Artikel ini berisi penjelasan sederhana bagi yang masih belum memahami persamaan dan perbedaan antara ketiga kegiatan edukatif tersebut.

I. WORKSHOP

Kegiatan workshop atau lokakarya merupakan suatu acara atau pertemuan ilmiah berukuran kecil dimana sekelompok orang yang memiliki ketertarikan yang sama berkumpul untuk membahas masalah tertentu dan mencari solusinya. Workshop umumnya dipimpin oleh satu atau beberapa orang ahli di bidangnya yang berperan sebagai narasumber dan dilakukan dalam durasi yang relatif pendek.

Jenis kegiatan workshop dapat berupa ceramah, demonstrasi, diskusi berbagai aspek topik, mempelajari, mengerjakan, mempraktekkan, dan mengevaluasi. Dari segi peran, sebuah workshop umumnya terdiri dari penyelenggara, peserta dan narasumber.

Prosedur pelaksanaan workshop meliputi beberapa rangkaian, antara lain :
1. Merumuskan tujuan diselenggarakannya workshop atau hasil yang diharap.
2. Merumuskan pokok-pokok masalah yang akan dibahas di workshop.
3. Menentukan prosedur atau solusi dari topik permasalahan.

Workshop merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh kalangan dari berbagai bidang ilmu. Kegiatan workshop memang sangat bermanfaat dan informatif, sehingga banyak pihak yang mau mengikutinya. Informasi yang didapat dari workshop sendiri akan sangat membantu dalam menjalankan usaha para praktisi.

Sertifikasi yang diperoleh dalam mengikuti suatu workshop umumnya berupa sertifikat tanda partisipasi, dan bukan sertifikat berupa pengakuan dari lembaga yang bersangkutan. Walau begitu, sertifikat partisipasi juga seringkali dipertimbangkan oleh para pencari kerja maupun calon klien.

II. SERTIFIKASI

Kegiatan di sertifikasi pada dasarnya hampir menyerupai workshop, baik isi kegiatan dan peranannya. Namun sertifikasi yang akan diperoleh seringkali dijuluki ‘license to coach’, yaitu pengakuan dalam bentuk tertulis sehingga mempermudah karir seseorang apabila menjadi syarat suatu tempat kerja. Walau begitu, sertifikasi juga dapat menjadi kesempatan belajar bagi mereka yang ingin mendalami topik-topik tertentu.

Berikut ini adalah letak perbedaan terbesar antara Sertifikasi dan Workshop:

  • Peserta sertifikasi umumnya akan diuji tingkat pemahaman maupun wawasannya terhadap topik pembahasan sebelum memperoleh sertifikat tanda kelulusan.
  • Sertifikasi umumnya lebih bersifat teknis atau praktik langsung.
  • Sertifikasi memiliki masa berlaku yang dapat diperpanjang dengan syarat-syarat tertentu.
  • Sertifikasi merupakan bentuk pengakuan secara langsung oleh lembaga tertentu yang menerbitkan.

III. FOUNDATION

Foundation dapat berupa kuliah atau lembaga kursus yang berdurasi waktu relatif lama untuk masa pembelajarannya, dari mingguan hingga tahunan. Foundation dibutuhkan oleh individu yang benar-benar belum memahami topik yang ingin dipelajarinya atau awam. Dalam praktiknya, program foundation ada yang langsung menyertakan sertifikasi dalam paket kelulusannya, namun ada juga yang tidak. 

PENUTUP

Dengan memahami perbedaan ketiganya semoga Anda tidak salah dalam memilih jenis kegiatan apa yang ingin diambil atau sesuai kebutuhan profesi maupun di tempat kerja.