Dunia olahraga erat sekali dengan cedera, baik itu cedera akibat salah gerakan, penggunaan berlebih, maupun karena kondisi fisiologis tertentu. Mungkin Anda pernah mendengar berita tentang seseorang yang meninggal setelah bermain bola, atau setelah melakukan olahraga lainnya. Hal itu dikarenakan orang tersebut mengalami serangan jantung. Bagaimana jika hal ini terjadi pada klien Anda? Apa yang harus dilakukan untuk menanganinya? Melakukan CPR (Cardio Pulmonary Resucitation) adalah salah satu penanganan yang cepat apabila mengalami keadaan tersebut. Artikel berikut akan menjelaskan tentang pentingnya CPR terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai praktisi kebugaran, terutama personal trainer.

 CPR

CPR merupakan usaha yang dilakukan dengan teknik tertentu untuk mengembalikan sirkulasi tubuh secara spontan. Teknik tersebut meliputi teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan pada individu dengan kondisi detak jantung atau pernapasan yang terhenti. Pada umumnya kondisi berhentinya tersebut terjadi pada orang yang terkena serangan jantung maupun orang yang tenggelam.

Praktisi kebugaran wajib mengetahui CPR ini agar apabila seorang klien atau orang di sekitar mereka mengalami keadaan tersebut dapat diberikan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawanya. CPR bertujuan untuk  memberikan oksigen ke otak dan jantung sehingga fungsi jantung dan paru-paru kembali normal sampai korban mendapat penanganan dari tim medis. CPR harus dilakukan dengan benar agar memberikan respon yang positif untuk korban. Kesalahan dalam melakukan CPR dapat meningkatkan risiko kematian korban.

Serangan Jantung

CPR dikatakan berhasil apabila korban  memberikan indikasi sebagai berikut:

  1. Adanya pergerakan pada dada yang menunjukkan korban kembali bernapas (tulang rusuk naik turun)
  2. Bagian pupil pada mata mengecil apabila terkena cahaya
  3. Denyut jantung mulai terasa kembali
  4. Penderita dapat menggerakkan tangan atau kakinya
  5. Keadaan kulit kembali normal secara perlahan (tidak pucat)

Manfaat mengetahui CPR adalah selain membantu orang, ilmu ini juga dapat membantu melindungi diri Anda dari tuntutan karena sudah memberikan pertolongan pertama pada klien yang mengalami serangan jantung sesuai prosedur. Apabila tidak memberikan CPR pada klien, maka praktisi kebugaran akan dianggap lalai, sehingga kemungkinan untuk dituntun oleh keluarga korban pun lebih besar. Sertifikasi CPR merupakan kewajiban di industri fitness negara maju. Semoga regulasi serupa dapat segera terealisasi di Indonesia.

 

Writer                                 : Anisyah Citra, S.gz

Editor & proofreader          : Jansen Ongko, Msc, Rd