kecerdasan anak

Banyak yang belum memahami kesehatan anak berpengaruh terhadap kecerdasan mereka. Kesehatan anak sangat penting bagi proses tumbuh kembang. Jika anak tidak sehat maka akan menghambat tumbuh kembangnya sehingga  akan mengganggu kecerdasan anak.

Walau begitu, mengapa anak sehat belum tentu cerdas? Hal tersebut terjadi apabila orang tua hanya memperhatikan kesehatan fisik saja tanpa memenuhi kebutuhan gizi penting lainnya. Berikut ini kunci sukses agar anak cerdas:

A. Kenali Proses Tumbuh Kembang Anak

  1. Usia 0-1 bulan

Pada usia ini, anak biasanya lebih banyak tidur. Di saat bersamaan, indra pendengaran, perasa, dan penyentuh sudah mulai berkembang. Saat usia menginjak 2 bulan, mereka akan mulai melihat warna dan mengembangkan berbagai suara. Saat itu pula, mereka akan mulai melihat warna dan mengembangkan berbagai suara. Hal tersebut ditunjukkan dengan seringnya berkedip. Perkembangan setiap anak berbeda-beda. Rata-rata bayi mulai duduk pada usia 6 bulan dan merangkak pada usia 9 bulan.

 

  1. Usia 1-2 tahun

Pada usia 1 tahun, anak akan mulai belajar berjalan secara perlahan dan mulai mengenali apa saja yang ada di sekitarnya. Kontrol motorik sudah mulai berkembang. Hal ini ditandai dengan tertariknya mereka pada hal-hal kesenian.

 

  1. Usia 18 bulan

Anak biasanya sudah mantap berjalan dengan kedua kaki. Untuk beberapa anak, mungkin sudah ada yang bisa menendang bola dan mengembangkan kosakata.

 

  1. Usia 3 tahun

Mereka sudah bisa naik sepeda roda tiga. Kosakata semakin meningkat, dibarengi dengan kalimatnya yang semakin terstruktur. Pada usia ini, buku sangat penting karena anak sudah bisa berlogika. Akalnya pun sudah mulai jalan.

 

  1. Usia 4 tahun

Anak sering merasa ketakutan. Misalnya, takut gelap. Pada usia ini, mereka mulai tertarik untuk berbagi dan bermain dengan anak-anak sebaya.

 

  1. Usia 5 tahun

Anak usia ini perkembangan motoriknya semakin meningkat. Mereka sudah punya rasa penyesalan dan sudah dapat diperkenalkan dengan rasa tanggung jawab.

 

B. Berikan Makanan Bergizi

Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti: sumber tenaga untuk bergerak dan beraktivitas (karbohidrat), zat pembangun untuk tumbuh kembang (protein), dan pengatur agar tubuh melaksanakan tugasnya secara baik dan teratur (sayuran dan buah).

Tanda Anak Bergizi Baik

  1. Berat badan dan tinggi badan sesuai umur
  2. Tubuh kuat dan kencang
  3. Postur tegap
  4. Kulit sehat
  5. Rambut sehat
  6. Mata jernih
  7. Tanggap dan ceria
  8. Nafsu makan baik
  9. Buang air besar teratur
  10. Tidur nyenyak

 

C. Pentingnya Imunisasi

Berikut ini jenis dan manfaat dari imunisasi

  1. Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali yaitu segera saat bayi lahir, memasuki bulan pertama, dan diantara bulan ke 3 sampai 6. Namun apabila sampai dengan usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi Hepatitis B, maka secepatnya diberikan imunisasi Hepatitis B dengan jadwal 3 kali pemberian (catch-up vaccination). Tujuan dari pemberian imunisasi Hepatitis B ini adalah mencegah virus Hepatitis B yang merusak hati. Jika tidak diberikan imunisasi Hepatitis B maka besar kemungkinan si anak akan terserang penyakit kanker hati.

  1. Imunisasi BCG

Pemberian imunisasi BCG ini dilakukan pada bayi yang berusia kurang dari 3 bulan, dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Tujuan dari pemberian imunisasi BCG ini adalah mencegah komplikasi akibat tubercolosis (TBC). Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan namun belum diberi imunisasi BCG, maka sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Dan bila hasilnya negatif maka imunisasi BCG harus diberikan.

  1. Imunisasi DTP

Pemberian imunisasi DTP ini dilakukan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Pemberian imunisasi ini diberikan pada bayi pada bulan ke 2, 4, 6, 18, tahun ke 5, dan 12. Seperti yang kita ketahui, penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pada pernapasan dan melemahkan jantung karena racun. Sedangkan tetanus adalah bakteri yang menyerang saraf otot tubuh, sehingga menyebabkan sulit bernapas, sulit bergerak, dan otot menjadi kaku. Sementara penyakit pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis yang dapat mengakibatkan radang paru-paru (pneumonia).

  1. Imunisasi Polio

Pemberian imunisasi polio bertujuan untuk mencegah polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Pemberian vaksin ini dilakukan beberapa kali yaitu pada usia  0, 2, 4, 6, 18 bulan dan tahun ke 5.

  1. Imunisasi Campak

Pemberian imunisasi ini hanya dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat bayi berusia 9 bulan dan di tahun ke-6. Vaksin ini untuk mencegah penyakit campak pada anak.

 

D. Kembangkan Potensi Kecerdasan Anak

Berikut ini 5 kecerdasan anak yang harus dikembangkan:

  1. Kecerdasan spiritual, yang mampu menghadirkan keimanan dalam setiap aktivitas, kegemaran berbuat untuk Tuhan, disiplin beribadah, sabar berupaya dan bersyukur.
  2. Kecerdasan akal yang meliputi kemampuan berhitung, verbal, spasial, kemampuan membedakan dan membuat daftar prioritas.
  3. Kecerdasan jasmani yang mencakup sehat secara medis, tahan cuaca dan bekerja keras.
  4. Kecerdasan pengendalian emosi, mengerti perasaan orang lain, senang bekerja sama.
  5. Kecerdasan sosial seperti senang berkomunikasi, menolong, berteman, membuat orang lain senang dan bekerjasama.

 

E. Memilih Permainan yang Tepat dan Edukatif

Mainan edukatif adalah mainan yang dapat memberikan stimulasi perkembangan anak, seperti perkembangan fisik, motorik kasar dan halus, keberanian, kognitif (kemampuan berpikir) dan juga psikososial.

Dibawah ini beberapa manfaat mainan edukatif seperti yang dikatakan oleh Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si. seorang psikolog anak dan play therapist dari Fakultas Psikologi UI.

  1. Melatih konsentrasi.
  2. Melatih kemampuan motorik.
  3. Mengenalkan konsep sebab akibat.
  4. Melatih bahasa dan wawasan.
  5. Mengenalkan warna dan bentuk

 

F. Ajarkan Komunikasi Sejak Dini

Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas.

 

KESIMPULAN :

Seorang pelatih kebugaran wajib memahami bahwa kecerdasan pada anak dapat dibangun mulai sejak dini. Tidak hanya membangun dari segi fisik saja, akan tetapi juga dari segi intelektual, emosional dan spiritual secara seimbang.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Writer             : Ryan Magelhans, A.Md.Gz

Editor & Proofreader : Jansen Ongko, MS.c, RD

Referensi :

Hidayat Aziz. 2007. Siapa Bilang Anak Sehat Pasti Cerdas!. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo

Deviyana Nia. 2014. 6 Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Diketahui Orangtu. http://rona.metrotvnews.com/read/2014/10/16/306012/6-tahap-tumbuh-kembang-anak-yang-harus-diketahui-orangtua

Tim Gizi. 2014. Tanda Umum Anak Bergizi Baik. Palembang : Rumah Sakit RK. Charitas

http://www.constiti.com/2013/09/jenis-dan-manfaat-imunisasi-bagi-bayi.html

Zubaidah Neneng. 2014. 5 Potensi Kecerdasan Anak yang Patut Dikembangkan. https://nasional.sindonews.com/read/859263/144/5-potensi-kecerdasan-anak-yang-patut-dikembangkan-1398858847

http://mendidikanakanak.blogspot.co.id/2013/05/manfaat-mainan-edukatif-untuk-anak.html

Rieke. 2010. Perkembangan Bahasa Untuk Anak Usia Dini. http://rike-rikeriwayanti.blogspot.co.id/2010/12/perkembangan-bahasa-untuk-anak-usia.html