Telapak kaki adalah fondasi atau tumpuan utama dari keseluruhan tubuh kita. Dalam kehidupan sehari-hari, telapak kaki adalah bagian anatomi tubuh yang paling sering bersentuhan langsung dengan tanah (ground).  Semua gaya/tenaga yang kita salurkan ke seluruh bagian tubuh akan melewati telapak kaki terlebih dahulu. Telapak kaki membantu menyalurkan tenaga, memberikan input sensori sistem saraf, memberi kestabilan, dan juga komponen terpenting dalam melakukan gerakan.

Mengetahui hal-hal tersebut di atas, tidaklah tepat jika dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menekan dan menjepit telapak kaki dengan sepatu. Dengan melakukan ini kita membatasi mobilitas dan menghilangkan kemampuan sensori saraf dari telapak kaki. Perlu diketahui, telapak kaki memiliki 28 tulang, 20 otot, dan lebih dari 30 sendi, jadi kaki manusia adalah bagian anatomi tubuh yang sangat kompleks.

foot

Seperti yang kita ketahui, tubuh tidak bekerja secara isolasi / sendiri-sendiri, dengan kata lain tubuh bekerja secara satu kesatuan. Jadi masalah yang terjadi pada telapak kaki seperti menurunnya tenaga, aktivasi otot pada telapak kaki, mobilitas telapak kaki, atau masalah pada fungsi sensori telapak kaki (proprioception) akan merambat ke bagian tubuh yang lainnya seperti disfungsi otot kaki, otot panggul, pelvis, dan bahkan menyebabkan masalah pada tulang belakang.

tulang belakang

Otot dalam (deep muscle) dari bagian lumbar dan sacrum mengirim sinyal sensori saraf secara langsung ke telapak kaki kita, dimana sinyal dari saraf ini sangat berperan penting dalam mengontrol gerakan dan kestabilan tubuh. Jadi dengan menghimpit kaki dengan sepatu, maka signal balik/ feedback dari saraf telapak kaki kembali ke otot dalam dari lumbar dan sacrum terbatas. Hal ini menyebakan terjadinya masalah pada aktivasi otot dalam (deep muscle), sehingga berpotensi terjadi cedera disc buldge pada area lumbar L4-L5 dan lumbar-sacrum L5-S1. Kesimpulannya adalah telapak kaki kita merupakan mekanisme umpan balik (feedback) untuk bagian tulang belakang dan tubuh bagian atas (trunk), jadi jika terjadi disfungsi pada mekanisme umpan balik, makan dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan masalah pada postur, stabilitas tubuh dan potensi kesehatan yang lain.

Untuk alasan-alasan di atas, penting bagi kita untuk melatih telapak kaki. Salah satu cara terbaik untuk melatih telapak kaki adalah dengan berolahraga / berlatih tanpa alas kaki (barefoot).

Dua alasan mengapa penting bagi kita untuk berlatih dengan barefoot adalah:

Berlatih barefoot meningkatkan input saraf sensori dan meningkatkan efisiensi kerja otot

Saat berlatih barefoot, kita mendapatkan banyak sekali input sensori dari telapak kaki ke otak, tentang permukaan yang kita injak, posisi dari sendi-sendi, dan tingkat ketegangan otot (muscle tension). Dengan memakai sepatu atau hanya kaos kaki sekalipun dapat merubah atau menghilangkan input sensori ini secara signifikan. Akibatnya beberapa bagian otot menjadi tidak aktif, dikarenakan bantuan support dari sepatu, sedangkan bagian otot yang lain harus bekerja terlalu keras atau pada waktu yang tidak tepat. Hal ini berdampak pada kinerja keseluruhan otot pada rantai gerak kinetic (kinetic chain) dan keseluruhan pola gerakan (movement pattern/groove) saat kita mengangkat beban. Dengan berlatih barefoot kita dapat mengetahui seberapa besar tenaga atau muscle tension yang harus digunakan, sehingga dalam melakukan olahraga atau angkat beban tenaganya menjadi lebih efisien.

barefoot

Berlatih barefoot mengurangi risiko cedera

Dengan berlatih barefoot kita dapat meningkatkan kekuatan otot, mobilitas gerakan, dan proprioception dari bagian telapak kaki. Proprioception adalah kemampuan tubuh untuk mengetahui dan menyadari posisi dari tubuh dan kemampuan untuk bereaksi sesuai dengan keperluannya, contohnya seperti menjaga tubuh pada posisi yang diinginkan. Saat kita memakai sepatu, kemampuan propriocetive tubuh akan berkurang. Ini berarti jika terdapat sesuatu yang tidak terduga, contohnya seperti saat kita menginjak permukaan yang tidak rata maka tubuh tidak dapat bereaksi dengan tepat untuk melindungi tubuh dari cedera.

Selain dari kemampuan proprioception, dengan berlatih barefoot kita dapat mengurangi kemungkinan cedera oleh karena meningkatnya kekuatan dan mobilitas dari telapak kaki. Ini penting karena dapat mencegah tubuh kita untuk mengompensasi dengan kerja dari otot lain secara berlebihan yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan otot (muscle imbalances), rekrutmen bagian otot yang tidak tepat, dan juga posisi sendi yang tidak tepat (poor joint alignment). Tubuh bekerja sebagai satu kesatuan, masalah pada telapak kaki dapat mengakibatkan potensi cedera pada bagian tubuh manapun.   

Writer: Benaya Sutanto, MSc, CFT

Proofreader: Team APKI

References:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3976025/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26535308

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2883551

Verstegen, M.. “Sport Performance”. A Meeting of the Minds. Perform Better. Phoenix, AZ, US. October 29 2011.